Laman

Membangun Shiratal Mustaqim (3)

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya yaitu Membangun Shiratal Mustaqim (2).

Masing-masing orang berusaha membangun jalan yang lurus dengan cara yang berbeda-beda. Begitupun dengan saya. Tentunya dengan kemampuan dan pemahaman saya juga. Lalu bagaimana nabi Muhammad dahulu membangunnya?

Setelah nabi berdakwah selama 13 tahun di Mekkah, beliau mendapatkan pengikut yang sedikit di kota Mekkah. Dan kebanyakan adalah orang-orang miskin. Berbeda dengan di kota-kota lain. Contohnya Madinah. Ketua-ketua suku disana sudah beriman kepada beliau, karena itu pilihan hijrah adalah kota Madinah.

Yang pertama beliau lakukan di kota Madinah adalah membangun masjid. Sebelumnya beliau membangun masjid di Quba. Karena itu kalau kita umroh, maka kita akan mengunjungi masjid Quba sebagai salah satu agenda perjalanan umroh tersebut.

Jarak antara kota Mekkah dan Madinah sekitar 5 jam perjalanan naik bus. Entah berapa lama waktu itu nabi Muhammad melakukan perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Bus yang saya naiki waktu itu kecepatannya rata2 100KM/Jam. Lewat jalan tol. Berapa kecepatan rata-rata jalan kaki atau naik unta atau naik kuda melalui gunung-gunung batu dan padang pasir?... :-)

Mungkin saya juga nanti akan membangun masjid. Mungkin umur 53 tahun juga. Entahlah. Itu juga kalau punya pengikut seperti nabi Muhammad. Kalau tidak punya pengikut bagaimana? Nanti masjidnya sepi. :-)

Yang jelas di rencana perumahan saya ada rencana untuk membangun Mushola. Kalau musholanya ramai tentu akan di upgrade jadi masjid. Itu kalau ramai. Itu juga kalau sudah terbangun. Apalagi perumahan itu belum terealisasi karena harus membebaskan lahannya dahulu. Apakah anda ada yang berminat?... :-)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar