Laman

FSD

Saya memiliki pengalaman dalam hal membuat produk software menggunakan VB, Dotnet, Java, PHP, dan C++. Begitulah yang tertera di setiap lamaran yang saya buat. Dengan tools tersebut saya pernah membuat berbagai produk software. Beberapa diantaranya adalah yang bisa anda coba pada daftar download di blog ini.

Saya memiliki kemampuan untuk mempelajari bahasa pemrograman baru selama 2 minggu. Dan dalam 3 bulan saya bisa menghasilkan satu produk software baru. Software baru yang dibuat dalam rentang 3 bulan ini, tentu saja belum selesai 100%. Software baru ini harus di uji coba dahulu yaitu dengan melakukan installasi, input data, testing menu, fitur, keamanan, login area, transaksi, dan sebagainya.

Ketika testing, maka kemungkinan akan muncul error yang tidak saya prediksi sebelumnya. Pada saat itulah saya akan memperbaiki errornya. Kemudian mungkin anda ingin menambahkan fitur atau menu yang menurut anda perlu dan dibutuhkan. Maka sayapun akan menambahkan fitur tersebut.

Menambahkan fitur ini juga butuh waktu. Jika fitur tersebut berpengaruh kepada keseluruhan sistem, maka akan berakibat waktu penyelesaiannya akan bertambah lama. Jika anda bertanya berapa lama saya akan menyelesaikan sebuah software baru, tentu saja tergantung sebesar apa software yang anda pesan.

Saya membuat produk software Point Of Sales selama 18 tahun. Maka anda bisa melihat berbagai fitur yang bisa anda dapatkan jika anda membeli software profesional. Anda boleh bandingkan dengan software sejenis. Silahkan anda download software lain. Yang gratis maupun yang berbayar. Lalu bandingkan. Jika anda anggap software saya tidak memenuhi syarat, maka tidak perlu anda memesan software kepada saya.

Pada perkembangannya, ternyata ada yang merekrut programmer untuk mengedit software milik orang lain. Maksudnya mereka membeli di perusahaan lain, lalu software tersebut error. Maka dicarilah programmer yang bisa memperbaikinya. Pertanyaannya, anda membeli dimana? Siapa programmernya? Dan sebagainya. Seharusnya yang bertanggung jawab adalah yang membuatnya. 

Alasannya bisa berbagai macam. Salah satunya pembuat software tersebut kebanjiran job atau order. Sehingga tidak bisa fokus melayani salah satu kustomernya. Untuk itulah programmer lain di rekrut untuk membantu.

Saran saya, sebelum membeli software, coba lah dulu software trialnya. Jika tidak ada, maka jangan beli. Itu sama dengan membeli kucing dalam karung. Saya menyediakan software yang bisa di uji coba. Anda bisa bebas mendownload lalu melakukan testing.

Jika anda bertanya berapa lama saya bisa memperbaiki sebuah software buatan orang lain yang error. Saya tidak mungkin bisa menjawabnya langsung. Tentu saja saya harus melakukan analisa terlebih dahulu. Misalkan software tersebut dibuat menggunakan tools apa? Lalu bagaimana struktur kode yang dibuat programmer sebelumnya? Bagaimana disain databasenya? Bagaimana sistem tersebut dalam kondisi normal, apakah error dari awal ketika membeli, ataukah error ketika sudah anda ubah fitur-fitur yang ada di dalamnya. Dalam hal ini anda membeli software beserta sourcecodenya, sehingga bisa anda edit atau ubah fitur-fiturnya sesuai keinginan dan kebutuhan anda.

Jika saya yang membuat software tersebut, tentu saya yang akan merekrut programmer yang akan melakukan editing atau penambahan fitur atau memperbaiki error didalamnya. Saya tidak akan melepaskan tanggungjawab tersebut kepada orang lain atau perusahaan lain. Itu tidak mungkin bisa. Saya lah yang bertanggung jawab untuk melakukan trainning kepada siapapun programmer yang akan melakukan editing atau membantu saya dalam hal pengembangan dan maintenance.

Saat ini saya belum memiliki seorang programmer pun untuk membantu saya. Saya masih melakukannya seorang diri. Jika hal tersebut yang terjadi pada diri saya, tentu saja saya akan melakukan proses rekrutment dan trainning programmer. Jika saya kebanjiran order seperti itu, tentu saja duit saya banyak. Tidak perlu melamar pekerjaan kesana kemari. Hahaha...


Kontrak Kerja

Kali ini saya mau menulis tentang kontrak kerja.

Setelah kita melihat-lihat lowongan pekerjaan di Jobstreet. Maka isilah kolom gaji sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kalian. Juga posisi yang diinginkan. Tentunya harus sesuai dengan kemampuan dan pengalaman. Jangan juga menulis yang tidak sesuai dengan kemampuan dan pengalaman.

Kemampuan dan pengalaman kita itu bisa kita tuliskan pada CV atau Curriculum Vitae. Tulislah semua pengalaman. Termasuk pengalaman kerja sebagai freelance ataupun wiraswasta. Semua pengalaman itu berguna sebagai bekal kita untuk melamar pekerjaan sebagai karyawan.

Setelah menulis CV atau Daftar Pengalaman Hidup. Lengkap dengan Data Pribadi dan Pendidikan. Maka upload file CV tersebut ke Jobstreet. Jangan lupa menulis CV pada Formulir yang ada di Jobstreet. Upload file CV tersebut dengan format PDF.

Kemudian, setelah data pada web Jobstreet lengkap terisi, maka install aplikasi androidnya. Aplikasi Android ini memudahkan kita untuk melihat-lihat lowongan pekerjaan. Diantara aplikasi android penyedia informasi lowongan pekerjaan, aplikasi ini adalah yang paling mudah dan paling interaktif. Menurut saya.

Jika ada diantara daftar lowongan itu yang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman anda, maka lamar lah. Dan tunggu panggilan interview.

Pada saat interview, anda akan di tanya segala macam yang terkait dengan pengalaman dan kemampuan anda yang anda tulis pada CV. Juga mereka akan bertanya tentang kemampuan anda mengerjakan apa yang ingin anda mengerjakannya. Jika menurut mereka anda mampu dan sesuai, maka mereka akan bertanya, kapan anda bisa mulai bekerja.

Jawaban pertanyaan ini sangat berpengaruh dengan karir anda ke depan. Saya mengalami ini berkali-kali. Meskipun sudah mengalami berkali-kali, saya tetap terjebak ke dalamnya. Yaitu jangan bekerja sebelum menandatangani surat perjanjian kerja atau kontrak kerja.

Baca kontrak kerja itu baik-baik. Kontrak itu merupakan draft atau rancangan. Belum final. Jika ada yang kurang atau belum sesuai dengan keinginan anda sebaiknya jangan langsung ditandatangani. Karena yang rugi nanti adalah anda sendiri.

Kontrak kerja ini biasanya dibuat rangkap 2 (dua). Satu untuk anda, dan satu untuk perusahaan. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pemutusan kerja sepihak atau anda tidak dibayar dengan semestinya, maka anda bisa membawa kontrak kerja ini sebagai bukti. Laporkan kepada pihak yang berwenang seperti polisi atau dinas tenaga kerja. Anda juga bisa meminta bantuan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang bisa anda percaya.


Dinar Changer

Bismillahirrahmanirrahim,

Tadinya saya mau menulis tentang Human Error atau Error Manusia. Tapi tidak jadi. Mungkin saya lebih baik menulis tentang Error Sistem.

Tapi Error Sistem pun sepertinya bukan judul yang tepat. Maksud saya bukan judul yang saya rencanakan sebelumnya, atau beberapa saat sebelumnya. Saya sudah menulis tentang Dinar Changer berkali-kali. Bahkan sudah ada halaman webnya sendiri meskipun masih html. Sayangnya halaman itu ikut hilang setelah domainnya expired dan dibeli oleh perusahaan Jepang. Entah perusahaan apa. Hurufnya sulit dibaca kecuali bagi orang yang memang khusus belajar bahasa Jepang.

Dinar Changer adalah tempat penukaran koin dinar dan koin dirham. Dinar terbuat dari emas dan dirham terbuat dari perak. Dinar Changer adalah sebuah solusi untuk sistem yang rusak. Sistem yang rusak ini mengarah ke suatu kondisi dimana tidak ada lagi orang yang mau bertani. Bayangkan jika tidak ada orang yang mau bertani, lalu kita mau makan apa?

Kalau anda pandai berhitung, anda pasti sadar bahwa usaha apapun hasilnya akan merugi. Bahkan untuk menjadi petani sekalipun. Anda bisa untung kalau menzalimi orang lain. Untuk yang punya jiwa jahat, itu hal mudah. Tapi berapa banyak yang punya jiwa jahat?

Apa yang anda lakukan jika tidak ada orang yang mau bertani? Kembali memaksa mereka untuk bertani seperti yang dilakukan VOC dan EIC?

Mungkin tulisan saya atau pemikiran saya terlalu jauh. Sulit untuk ditangkap. Yah, tidak apa-apa. Yang penting sudah saya tulis. Untuk implementasinya silahkan menghubungi saya langsung. Detailnya ada di kepala saya. Ini dilakukan secara damai. Semua untung, tidak ada yang rugi. Dijamin.

Detailnya saya simpan soalnya sudah ada yang mengambil ide saya sebelumnya tanpa menghubungi saya sama sekali. Yaitu Perumahan Cluster Madinah. Bahkan sudah ada Minimarketnya. Seharusnya ini sepaket dengan Dinar Changer. Dinar Changer harusnya berdiri lebih dulu. Dan sebelum belanja di minimarket tersebut harus menukar koin di dinar changer. Paket belanja paling murah adalah seharga 1 (satu) Dirham Perak. Contoh: Beras ukuran 5 kg. Amin ya Rabbal alamin. :-)

Untuk membeli rumah di Cluster Madinah harusnya juga menggunakan koin Dinar Emas. Jadi bisa dicicil tanpa mengurangi nilai uangnya sama sekali meskipun tanpa di mark up sama sekali. Cash 150 Dinar, cicil juga tetap 150 Dinar. Rumah harus sudah ready. Kalau indent? Ya terserah kesepakatan saja. Harusnya kalau indent bisa beli tanah kaplingnya saja seharga 35 Dinar. Bisa dicicil 35 kali atau 1 Dinar per bulan. Macet ya take over. Bisa pembeli yang cari pembelinya di 3 bulan pertama, atau pemilik tanah di 3 bulan berikutnya. Jadi total macet 6 bulan. Lalu? Cari solusi sendiri lah. :-)

Jadi siapa saja yang mau eksekusi rencana Dinar Changer silahkan. Kalau bisa ajak saya ya. Sebagai konsultan saja. Soalnya saya tidak ada modalnya. Atau kalau ada yang punya banyak duit silahkan transfer ke nomor saya di atas. Tenang saja, yang transfer tidak akan ketahuan di reportnya. Kecuali anda kirim bukti transfer ke saya. :-P




Error Tools

Ketika kuliah informatika, kita diajarkan untuk menggunakan berbagai macam tools pemrograman. Tools pemrograman ini ada berbagai macam. Salah satunya sering disebut Bahasa Pemrograman. Contohnya Bahasa Pascal atau Bahasa Basic.

Bahasa pemrograman berbeda dengan bahasa manusia. Bahasa pemrograman disebut dengan istilah bahasa karena menjembatani atau sebagai alat berkomunikasi antara manusia dalam hal ini programmer dengan mesin dalam hal ini komputer.

Kita (programmer) memerintahkan mesin (komputer) untuk melakukan sesuatu yang hasil akhirnya sering disebut dengan output. Output kadang kala berbeda dengan apa yang kita harapkan. Maklum, mesin ini adalah buatan manusia, bukan buatan Tuhan. Bahkan buatan Tuhan saja kadang kala mengalami error meskipun tidak seluruhnya.

Error dalam tahap tools adalah error yang sulit kita perbaiki. Bahkan produsennya saja tidak akan bisa memperbaiki. Bisa jadi karena jaman itu masih sulit atau memang terkondisi masalah teknologi atau memang kemampuan yang membuat tidak sampai pada tahap membuat tools yang sempurna.

Sebutlah sebagai contoh Microsoft Visual Basic. Jaman dahulu, lowongan pekerjaan dipenuhi kata Microsoft Visual Basic, Windows, Office, dan sebagainya. Makin kemari, iklan lowongan pekerjaan itu makin berubah menjadi lebih majemuk. Tapi sudah agak jarang terlihat lowongan yang mencari programmer Linux. Kenapa? :-)

Error dalam tahap tools adalah error yang sulit kita perbaiki. Bahkan pembuatnya juga mungkin tidak bisa memperbaiki. Lalu bagaimana? Itulah kenapa kita diajarkan untuk menggunakan berbagai macam tools. Jika tidak cocok dengan satu tools, maka ada tools yang lainnya. Contohnya palu. Untuk menghancurkan tembok, perlu palu yang berukuran agak besar. Kalau palu kecil cukup untuk memasang paku saja.

Dalam sebuah perusahaan teknologi, perlu adanya divisi untuk melakukan riset dan development. Di dalamnya terdiri dari orang-orang yang suka melakukan riset yaitu mencoba ini dan itu. Research and Development. Artinya tidak melulu riset. Ada juga produk yang dikembangkan. Kalau riset terus menerus tidak akan ada hasilnya.

Error Logika

Logika pertama pemrograman diajarkan ketika kita kuliah D3 Informatika. Di D3, prakteknya lebih banyak dari pada di S1. Maka beruntunglah yang pernah merasakan kuliah D3 alias Diploma 3.

Jumlah SKSnya praktek ini cuma 1 sks biasanya. Kalau teori, biasanya 2 sampai 3 sks. Jadi sia-sia saja juga jika nilai prakteknya selalu bernilai A tapi nilai teorinya selalu bernilai C atau D.

Dalam teori, kita diharapkan mampu menghafal sejumlah teori. Padahal yang namanya teori, prakteknya bisa berbeda di lapangan. Lalu bagaimana? Ini juga bisa disebut kesalahan atau error dalam hal manajemen. Dalam hal ini manajemen pendidikan.

Dalam prakteknya, akan kita temukan yang namanya error logika. Jika error logika sudah terjadi sejak awal, maka sebuah software kemungkinan besar tidak bisa diperbaiki errornya. Maka harus diulang dari awal yaitu melakukan koding dari tahap awal. Tahap awal adalah disain database.

Alhamdulillah saya pernah bekerja di sebuah perusahaan yang job desknya adalah membuat software monitoring. Software monitoring berkaitan dengan alat. Basicnya atau backgroundnya tentu saja dari elektro, bukan informatika. Yang artinya sebelum membuat software, maka kita harus membuat alatnya terlebih dahulu.

Setelah membuat alat, barulah membuat softwarenya atau drivernya. Ini supaya alat kita bisa dikenali oleh sistem operasi. Sayangnya waktu itu tidak sampai sini (membuat driver). Hanya sampai membuat alat, dan keluaran alat atau output dari alat disimpan ke dalam database. Dan seharusnya tugas saya adalah memanajemen data dari database ke sebuah interface yang bisa di pahami oleh manusia, atau pengguna software tersebut.

Jika tidak berkaitan dengan alat, maka bisa jadi software berkaitan dengan hal-hal teknis. Sistem pemetaan misalkan. Logika pemrograman ini diajarkan ketika kita kuliah di tehnik industri jurusan tehnik informatika. Kata-kata tehnik akan berbeda dengan kata-kata manajemen. Tehnik lebih ke teknisnya, manajemen lebih ke manajemennya. Saya sempat kuliah di Fakultas Tehnik Industri Jurusan Tehnik Informatika Universitas Ahmad Dahlan Jogja. Cuma 6 bulan. Drop Out.

Saya kuliah disitu karena saya suka beli buku di Gramedia. Kebanyakan buku-buku tentang Linux di tulis oleh mahasiswa UAD. Bayangkan jika mahasiswanya saja bisa menulis banyak buku, bagaimana dosennya? Itu pemikiran saya waktu itu. Ternyata di UAD ada komunitas Linux. Dan sepertinya sang dosen mengarahkan mahasiswanya untuk menulis buku-buku tentang Linux.

Di UAD juga saya belajar tentang GIS dan Matlab. Selain itu E-Commerce. E-Commerce yang di ajarkan di UAD, terlihat implementasinya pada aplikasi Go-Food. Kalau ada diantara pembaca yang seangkatan dengan saya pasti paham maksud saya. Karena waktu itu sang dosen menceritakan tentang sebuah sistem pemesanan makanan oleh mahasiswa asrama melalui situs web dan ada fasilitas deliverynya. Kita baru merasakan kenyamanan itu baru-baru saja ketika ada sistem android. Di Amerika, itu sudah ada sejak jaman masih menggunakan web. Anggaplah seperti kita memesan di situs Mc Donald yang 24 jam, sebelum ada GO-Food. :-)

Kemana arah tulisan ini? Lagi-lagi gak jelas. Ini akibatnya kalau kita dalam tahap error kepribadian. Akibat terlalu banyak menciptakan karakter untuk diajak diskusi atau karakter untuk mengerjakan sesuatu. Mirip-mirip orang sakit jiwa. Mirip, karena mudah-mudahan belum. :-P






Wiraswasta vs Karyawan

Sama-sama perlu mental. Satu mental wiraswasta, satunya mental karyawan. Mental wiraswasta mungin lebih berat. Terbukti jumlah orang yang wiraswasta lebih sedikit dari jumlah orang yang memilih jadi karyawan. Saya termasuk orang yang berdiri di dua sisi. Saat sulit berwirausaha, saya coba menjadi karyawan. Begitu juga sebaliknya.

Mental menjadi karyawan diperlukan ketika kita disuruh-suruh. Diperintah ini dan itu. Kadang-kadang perintahnya tidak jelas. Belum dikerjakan sudah muncul perintah baru. Tanda yang memerintah tidak punya pendirian.

Jika sebuah perintah bisa di cancel dan muncul perintah baru, hitung saja berapa kali perulangan atau looping perintah gak jelas itu terjadi. Jika lebih dari 3 kali atau 4 kali, maka tolak saja semua perintahnya. Karena jika semua perintah tidak ada maksud dan tujuan yang jelas, ya lebih baik tidak usah dikerjakan. Buang-buang waktu dan pikiran. :-)

Seperti juga sebuah software, jika suatu software error, maka kita cari sumber errornya. Jika sebuah software error dari pondasi atau algoritma pemrograman, maka mau tidak mau sebuah software harus dibuat ulang dari awal. Begitu juga dengan sebuah perusahaan. Jika di lini tertentu sudah bernilai error, maka kita harus trace route sejak dari mana errornya. Apakah dimulai dari root atau posisi tertinggi yaitu founder atau pendirinya, atau masih ada di bawahnya. Jika sebuah error kita temukan masih berada di posisi ujung atau new site, maka error itu bisa diperbaiki dengan mengganti hardwarenya. :-P

Maaf jika tidak jelas. Inilah akibatnya jika kita campur aduk antara pengalaman menjadi programmer dan menjadi engginer di tambah pengalaman yang lainnya yang sama-sama tidak enaknya. Hahaha...

Product vs Project

Produk itu ketika kita sendiri yang berinisiatif untuk membuatnya. Ketika sudah jadi baru dijual. Ada juga yang belum jadi sudah langsung jualan. Nanti ketika ada pembelinya dan komplen barulah diperbaiki dan disempurnakan.

Beberapa pabrik software atau software house memang menerapkan kebijakan demikian. Mungkin karena mencontoh Microsoft. Dahulu itu juga yang dilakukan Microsoft ketika membuat Windows 95. Belum selesai sudah dijual. Versi sempurnanya atau selesainya ada di Windows 97.

Berbeda dengan trik dagang Apple Macintosh. Steve Jobs adalah orang yang perfeksionis. Dia tidak akan melepas produknya ke pasaran sebelum produk nya beres. Bener kah demikian? Anda pernah pakai fasilitas kalkulator di IPhone?... :-)

Yah, begitulah. Masing-masing orang punya kelebihan dan kekurangan. Memiliki kelebihan di satu sisi mungkin memiliki kekurangan di sisi yang lain. Termasuk saya.

Project adalah ketika orang lain memesan software ke kita. Mungkin tadinya adalah produk. Hanya saja mungkin di produk tersebut terdapat kekurangan yang harus ditambahi atau diperbaiki. Atau merupakan pesanan khusus yang sebenarnya fiturnya tidak dibutuhkan oleh konsumen lain.

Project adalah ketika yang dipesan sebenarnya tidak nyambung dengan apa yang kita buat sebelumnya. Disini biasanya ada yang namanya Purchasing Order (PO) atau Work Order (WO). Dalam pemerintahan ini disebut SPK (Surat Perintah Kerja).

Produk dibuat mungkin sangat lama. Mungkin sampai puluhan tahun. Sehingga produk tersebut bisa sangat bagus dan banyak fiturnya.

Project biasanya hanya sebentar. Dan permintaan klien biasanya aneh-aneh. Lalu bagaimana membuat sesuatu yang besar tapi target waktunya sangat sempit atau sebentar?

Jadi kalau anda membeli software error itu wajar-wajar saja. Kalau saya yang ditanya kenapa begini dan kenapa begitu pasti saya sarankan untuk membuat ulang dari awal. Software yang anda beli error karena banyak sebab. Salah satunya karena terlalu banyak tangan yang ikut campur di dalamnya.

Dalam hal pembuatan produk, sering kali ada yang namanya testing. Ketika testing dilakukan dan ditemukan adanya error, maka error tersebut diperbaiki dahulu lalu dibuatlah testing berikutnya.

Produk memakan banyak biaya dalam hal pembuatannya. Dan satu-satunya penghasilan atau pemasukkannya adalah dari penjualan produk tersebut. Dari mana asal dana untuk membiayai pembuatan produk jika bukan dari modal sendiri? Pihak lain hanya mau berinvestasi kalau produk anda sudah terjual dan menghasilkan. Satu-satunya cara adalah secepatnya menyelesaikan produk tersebut dan secepatnya menjual ke pasar.

Project bisa jadi anda membeli atau memesan software hanya berdasar kata-kata atau mulut seorang penjual bahwa dia bisa membuat apapun yang anda pesan. Seharusnya anda tanya, buktinya mana? Kadang kala yang memesan juga tidak tahu cara memesan atau menguji coba. Itulah seharusnya anda percaya dengan satu orang yang anda rekrut dari bidang yang semestinya. Percayalah dengan orang itu. Walau mungkin orang itu juga yang akhirnya membuat anda membeli produk gagal. Hahaha.

Jadi?... Serba sulit juga ya?... Entah lah. Kalau saya yang ditanya tentang masalah anda (software error), solusi saya adalah membuat ulang dari awal. Karena produk yang anda beli sepertinya bermasalah dari awal. Bahasa atau kodenya sulit dipahami. Dan ada fitur file berektensi *.dll. Yang artinya programmernya atau perusahaan pembuatnya tidak ingin itu di modifikasi. Lalu bagaimana cara ceknya jika ada masalah kode di dalamnya?...

Dari sini saya bisa sedikit memahami, kenapa sebuah perusahaan atau instansi memesan software kepada perusahaan software. Satu karena dia tidak memiliki sumberdaya yang cukup untuk membuatnya sendiri. Dua itu lebih mudah dan mungkin lebih murah. Meskipun mungkin perlu beberapa kali membeli di perusahaan yang berbeda-beda untuk mendapatkan hasil yang maksimal atau sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Dan pastinya, biaya yang dikeluarkan sebenarnya lebih besar daripada berusaha membuat sendiri. Dijamin.


Q & A

Question and Answer. Alias tanya jawab. Dalam bidang pekerjaan saya, ini disebut konsultasi. Dalam perusahaan atau bidang lain, ini disebut briefing, meeting, konsolidasi, rapat, dan sebagainya.

Banyak perbedaan istilah dan kosakata yang sebenarnya tafsirnya sama atau mirip-mirip. Kadang kala dibuat untuk menyesatkan orang lain. Kadang kala memang sumber kata itu berbeda. Si A menyebutnya X untuk suatu situasi dan kondisi tertentu, si B menyebutnya Y untuk menjelaskan situasi dan kondisi yang sama atau mirip. Itu sama saja dengan nama benda, dan itulah awal mula munculnya yang namanya bahasa.

Bahasa pertama di muka bumi adalah bahasa Arab. Maksud saya bahasa manusia. Bahasa itulah yang digunakan oleh Allah SWT untuk mengajari nabi Adam AS. Tidak percaya? Test banyaknya kosa katanya. Salah satu ciri bahasa tertua adalah jumlah kosa kata. Anda paling tua di muka bumi? Maka anda memiliki pengalaman hidup terbanyak dan terpanjang. Dijamin. :-)

***

Q & A dalam bidang saya disebut dengan konsultasi. Karena itu perusahaan yang didirikan oleh seorang programmer atau software developer disebut juga dengan istilah konsultan IT atau IT Solutions.

Dalam LPSE (Lelang tender online pemerintah), konsultasi ini bernilai sekitar 200 juta. Nilai lelangnya. Entah jumlah uang yang sampai ke tangan konsultannya berapa. Soalnya saya lihat-lihat isi dokumennya ada biaya rapat, makan, minum, dan sebagainya. Kalau di swasta saya tidak tahu karena belum mencari tahu sejauh itu. Mencari info di atas saja sudah menghabiskan biaya yang lumayan. Belum kalau mau ikut serta.

Isi Q & A atau konsultasi seputar tanya jawab tentang sistem apa yang dibutuhkan oleh pelanggan atau klien atau kustomer. Dalam hal ini, perusahaan software developer atau konsultan menjawab pertanyaan kustomer atau sebaliknya.

Tanya jawab atau konsultasi ini seharusnya menghasilkan sebuah dokumen. Dokumen ini berguna sebagai garis besar atau rancang bangun atau blue print tentang software yang akan dibuat oleh software developer. Ini disebut software pesanan atau project.

Beda antara project dengan produk adalah siapa yang memesan software tersebut. Kalau yang pesan adalah bos dari software developer itu, maka itu disebut dengan produk. Kalau yang pesan adalah kustomer maka disebut project. Produk dan Project selain berbeda dalam hal konstruksi juga berbeda dalam hal jangka waktu. Produk dibuat lebih lama. Bisa sampai puluhan tahun. Contoh produk terlama adalah Microsoft Windows. Dibuat sejak sekitar tahun 1980. Tapi jika tidak ada Microsoft DOS maka tidak akan ada Microsoft Windows. Maka ini bermula dari sekitar tahun 1977. Seumur dengan saya. 41 tahun. Lama bukan?... :-)

Software yang saya buat dimulai dari Hello World. Tahun 2000 yang silam. Sudah 18 tahun. Wajar saja keren begitu. :-P


Jurusan

Saya cuma lulusan D3. Jurusan Manajemen Informatika. Di suatu kampus swasta yang biasa-biasa saja di Jogja.

Meskipun biasa-biasa, tapi banyak lulusannya yang menjadi programmer handal. Terbukti saya beberapa kali mendengar nama mereka. Salah satu programmer handal itu ya saya sendiri buktinya. Hahaha.... (Pede ya?...) :-P

Saya bisa bikin software apa saja. Tapi yang menurut saya perlu. Kalau menurut saya gak perlu dibikin ya gak mau saya buatnya. Ada-ada saja alasan saya untuk menolak. Salah satunya ngedit software milik orang lain.

Ngedit software milik orang lain itu menjatuhkan derajat kita sebagai programmer. Untuk apa ngedit software orang lain? Kurang kerjaan? Kalau programmer aslinya saja menyerah, apalagi kita yang bukan sebagai pembuat aslinya.

Saya suka sekali membuat produk. Karena saya beberapa kali bertemu dengan programmer lain yang sombongnya minta ampun. Ngakunya bisa semuanya. Bisa ini dan itu. Tapi ketika ditanya dia punya produk apa? Maka jawabannya mulai mengambang. Mau ngetest? Mana bisa keahlian koding di test dalam hitungan menit, jam, atau hari. Kemampuan koding di test dalam hitungan bulan.

Ada orang yang jago koding. Pakai rumus-rumus matematika. Secepat kilat kalau menyelesaikan persoalan yang bagi saya termasuk rumit. Tapi ketika diminta membuat produk, mulai terlihat kekurangannya. Dia tidak mampu istiqomah.

Membuat produk itu butuh kesabaran. Baris demi baris kode kita tuliskan tiap hari setiap ada waktu dan kesempatan. Ketika terjadi kebuntuan, maka kita akan berhenti sejenak. Mencari solusi. Kadang solusi tidak kita dapatkan di depan PC/laptop. Kadang solusi itu kita dapatkan ketika sedang buang air, naik motor, tidur, makan, ngobrol, melamun, dan sebagainya.

Pelan tapi pasti, asal terus menerus dikerjakan maka produk akan selesai. Setelah selesai tiba saatnya untuk menjual. Disini muncul masalah baru. Yaitu kemampuan atau skill untuk menjual.

Skill untuk menjual tidak dimiliki oleh programmer. Skill itu dimiliki oleh sales atau marketing. Tugas saya hanya membuat. Bukan menjual. Anda berminat menjadi sales?... :-)

User Manual

Sering saya terjemahkan sebagai Panduan Pengguna. Maksudnya panduan untuk menggunakan software.

Kadang kala kita bingung cara menggunakan suatu software dikarenakan banyaknya menu dan fitur sehingga menjadi bertambah ribet. Contohnya database SQL Server. Sehingga biasanya saya menggunakan Microsoft Access untuk saya gunakan sebagai database trial untuk mendampingi software-software yang saya buat.

Saya suka Microsoft Access karena fiturnya yang sederhana. Tidak rumit seperti Firebird. Biasanya yang menggunakan Firebird adalah programmer yang menggunakan Borland Delphi.

Ada sebagian orang yang berkeras bahwa Borland Delphi adalah tools terbaik untuk melakukan pemrograman. Padahal mungkin karena memang dia hanya bisa koding menggunakan Borland Delphi. Belajar yang lain males atau memang tidak ada pelajaran itu di kampusnya. Orang-orang seperti ini juga bersuara sangat keras dan lantang. Padahal pengetahuannya hanya disekitar itu saja. :-)

Ada juga yang sangat bangga dengan bahasa Java. Rupanya di kampusnya juga diajari bahasa Java. Yah, begitulah. Inilah yang saya sebut fanatisme berlebihan. Belum coba yang lain sudah bilang bahwa satu object itu adalah object terbaik. Padahal memang hanya itu yang dia tahu. :-)

Jadi apa hubungannya User Manual dengan bahasa pemrograman? Ya gak ada hubungannya. Saya cuma pengen nulis-nulis seperti juga sebelum-sebelumnya. Soalnya saya sudah selesai menulis tentang Manual Installasi Borneo Laundry, tinggal dilanjutkan ke User Manual-nya.

Bye....