Laman

Target

Buat yang mau berbisnis software, seharusnya membuat target dahulu yaitu seperti apa pasar yang ingin dibidik. Jangan membidik target pasar yang tidak jelas atau asal tembak. Itu sama saja menembak secara sembarangan dan membabi buta. Jika demikian, bukannya targetnya kena malah lama-lama pelurunya habis dan tidak ada satupun target yang didapat. :-)

Saya membuat software kasir, karena saya anggap targetnya paling mudah dan masuk akal. Saya membuat software kasir, bukan berarti membuat software lainnya tidak mampu. Contoh: Saya membuat software kasir untuk toko dan minimarket bernama Borneo POS. Target pasarnya adalah toko dan minimarket. Kemudian saya membuat software Borneo Resto, yang mana target pasarnya adalah Restoran dan Rumah Makan. Kemudian saya buat Borneo Laundry, yang target pasarnya adalah Usaha Laundry.

Saya membuat software-software tersebut bukan berarti membuat software lainnya tidak mampu. Jika target yang mudah saja sulit kita capai, menurut saya jangan mencoba target yang lebih sulit. Setelah produk siap, barulah salesnya jalan. Ini kalau mampu membayar sales, kalau tidak mampu dan hanya mampu membuat produk saja ya mau tidak mau melamar pekerjaan saja sebagai programmer. :-)

Anda harus membayar sales kalau tidak mampu menjual sendiri. Sebaliknya, jika anda mampu menjual dan tidak mampu membuat software sendiri maka anda harus menggaji programmer.

Jika anda tidak mampu melakukan keduanya atau anda tidak mampu membuat software dan tidak mampu menjualnya maka anda harus mampu membayar keduanya. Jika tidak mampu ketiganya maka lebih baik anda kelaut saja. Hahaha. (Maksud saya berbisnis yang lainnya). :-)

Jika programmer yang memiliki atau mampu membuat produk saja tidak anda ambil, lalu programmer seperti apa yang anda cari sebenarnya? Lalu sebenarnya software apa yang anda jual? Atau software seperti apa yang anda butuhkan?... Tolong jelaskan kepada saya dengan detail. :-)

Xampp

Adalah nama software. Jika menginstallnya maka otomatis terinstall di pc kita paket server apache, mysql, dan phpmyadmin. Ada beberapa software lainnya juga yang saya belum tahu kegunaannya apa. Tentunya sama-sama software yang ada kaitannya dengan server juga.

Xampp ini saya ketahui pertama kali ketika masih kuliah di UGM. Dari seorang kawan yang lumayan jago koding phpnya. Selain Xampp ini ada juga yang namanya Wamp. Dan ternyata setelah googling ada beberapa lagi lainnya yang namanya mirip-mirip. Mirip karena merupakan singakatan dari Apache, MySql, dan PHP. :-)

Biasanya saya langsung koding di server hosting. Kalau sudah bisa dan menguasai. Kalau masih dalam tahap belajar, saya lebih suka koding di localhost. Nanti kalau sudah selesai baru di upload ke hosting. Karena untuk Framework saya baru coba, ya mending coba di localhost saja dahulu. Kalau sudah jadi baru di upload. Mbulet. :-)

Dulu kita harus install satu-satu. Sebelum saya tahu ada software yang namanya Xampp dan Wamp ini. Juga harus setting manual untuk konfigurasinya.

Kemana arah tulisan ini?... Lagi-lagi gak jelas. Cuma pengen nulis-nulis. Tadi malam ngobrol sama kawan yang sekarang sudah jadi manager marketing. Namanya kawan lama, sulit untuk bicara serius masalah pekerjaan. Yang ada malah terus menerus bercanda dan saling ejek. Hahaha.

Code Igniter

Adalah sebuah framework PHP. Sebelumnya saya pernah mendengar tentang Cake PHP. Saya belum sempat pelajari. Sebelum Cake PHP, mungkin malah jadi teringat PHP Nuke, CMS Berita juga.

Tentu ada perbedaan antara CMS dengan Framework. Karena belum pernah coba Framework, saya jadi tidak tahu maksud dari Framework disini apa dan bagaimana. Kalau Framework 4.0 yang harus kita install di Windows untuk menjalankan beberapa software yang terbuat dari Visual Studio saya rasa beda pengertiannya.

Umumnya cara orang belajar mungkin dengan cara Googling awalnya. Bahkan mungkin kursus atau ikut Boot Camp, atau pelatihan-pelatihan, trainning, dan sebagainya. Saya sudah lama meninggalkan metode kursus atau trainning karena kursus dan trainning ini berbayar. Yang murah biasanya bernama seminar. Seminar itu biasanya hanya pengantarnya saja, dapat kulit luarnya saja. Untuk mempelajari lebih dalam biasanya disebut dengan Work Shop. Dan tentu berbeda pengertian Work Shop disini dengan Workshop di bidang teknik pabrikasi, konstruksi, dan sebagainya.

Saya sudah terbiasa belajar menggunakan buku. Maka mau tidak mau jika mendapat kasus baru yang agak rumit dan tidak bisa saya pahami hanya dengan cara Googling maka saya harus beli bukunya. Target operasi pertama saya tentu saja toko buku Gramedia. Kalau jaman kuliah kita bisa mengunjungi perpustakaan untuk bisa meminjam buku gratis. Tetap saja, jika niatnya kurang ya tidak bisa belajar. :-)

Lagi-lagi arah tulisan ini menjadi tidak jelas. Jadi saya rasa cukup sampai disini.

Oh iya, saya juga pengen menulis, kadang-kadang muncul pertanyaan di pikiran saya ketika membaca buku atau ketika melihat-lihat buku di toko buku maupun perpustakaan. Kok bisa seorang penulis buku, menulis mengenai bahasa pemrograman sebanyak itu? Contoh kasus: Pak Abdul Kadir. Saya lupa pernah di ajar oleh beliau atau belum. Rasanya dia salah satu dosen saya dahulu. Apakah kegiatannya sehari-hari selain mengajar hanya menulis buku?... Bisa jadi iya. Sama dengan pekerjaan saya sehari-hari adalah koding selain menulis di blog yang tidak jelas ini. Bedanya buku beliau punya nilai jual dan blog saya tidak. Hahaha....



Buffer

Saya tidak tahu artinya apa itu Buffer. Dahulu, jaman saya masih ikutan koding atau masih kuliah di TI, Buffer artinya semacam cache atau semacam memori atau semacam ingatan yang tersimpan pada ic atau hardware pada jangka waktu tertentu. Bisa jadi pada memori atau pada ic. Seharusnya. Mungkin bisa lebih dijelaskan oleh yang lebih berkompeten semisal programmer hardware.

Buffer atau Cache pada manusia inilah yang mungkin berbeda-beda besarnya. Selain juga mungkin kapasitas memori atau mungkin juga kapasitas hardisk.

Ketika kita melakukan test untuk pekerjaan programmer, kemungkinan kode didalam salah satu tempat penyimpanan inilah yang digunakan. Kalau kita belum pernah koding untuk hal yang sama tentu tidak bisa. Atau bahkan kalau kita pernah bahkan sering melakukannya tapi kapasitas cache kita kecil, ya tidak bisa juga karena akan lupa kodenya.

Saya menyimpan kode dan melakukan aktifitas koding menggunakan pc/laptop. Saya tidak bisa koding di atas kertas. Saya orang yang memiliki kemampuan mengingatnya mungkin rendah sehingga mungkin yang saya simpan dalam ingatan bukan kodenya tapi tempat dimana saya simpan kode itu.

Penjelasan sederhana adalah seperti sebuah hardisk. Jika anda menghapus data pada sebuah hardisk, yang anda hapus adalah data pada daftar isinya saja, bukan isinya. Begitu penjelasan salah seorang dosen atau trainner yang saya lupa siapa. Karena itu ketika kita berupaya mencari data yang tidak sengaja terhapus atau pernah terhapus masih bisa dilakukan dengan tools tertentu. Karena data tersebut sebenarnya masih ada, hanya daftarnya saja yang terhapus pada "daftar isi"nya. Entah benar atau tidak. :-)

Kode yang kita tulis pada saat kegiatan programming atau koding bukanlah kode hasil mengarang indah. Kalau hasil mengarang indah ya tidak akan jalan. Kode itu pasti buatan seseorang yaitu pencipta kode itu sendiri. Misalkan kita koding menggunakan VB, artinya kode tersebut buatan seorang atau beberapa orang programmer di Microsoft karena VB buatan Microsoft. Programmer-programmer disana digaji oleh Microsoft sehingga kodenya milik Microsoft. Jika anda bekerja di Microsoft lalu keluar dan menggunakan kode tersebut untuk dijual kembali jelas bisa kena kasus pelanggaran hukum. Kode yang saya maksud adalah kode asli dari VB. Tentu saja programmer asli VB mendapatkan saham dari Microsoft karena itu dia tidak perlu lagi bekerja di perusahaan lain. Apalagi rentan terhadap pelanggaran hukum.

Sebenarnya arah tulisan ini kemana ya?.... Ini akibatnya kalau ketika interview kita melakukan kegiatan yang terlalu "menjual". Akibatnya data interview itu masih tersimpan di memori untuk beberapa hari kedepan mungkin. Entahlah.

Ada gunanya juga menuliskan sesuatu disini sebelum kegiatan interview itu. Asalkan saja tidak tulisan berjudul Buffer ini yang keluar. Bisa ngalor ngidul kita nanti. Hahaha....

CMS

Kepanjangan dari Content Management System. Artinya apa ya? Sistem Manajemen Isi? Mungkin semacam tahu isi kali ya?... :-)

Jaman sebelum ada yang namanya Framework, ada yang namanya CMS. Paling pertama yang saya tahu itu CMS Mambo. CMS berita. Setelah Mambo ada Joomla. Setelah itu muncul CMS lain yang entah namanya apa saja.

Setelah itu muncul CMS Toko Online. Paling besar sepertinya Prestashop. Tapi saya kurang suka pakai Prestashop, menurut saya lebih sulit di edit. Saya suka pakai OSCommerce. Ada yang menyingkatnya OSC saja.

Setelah masa CMS ini, muncul developer yang mulai membuat CMS murah. Kalau saya buka harga untuk Web Company Profile di harga 10 juta, Toko Online 15 juta, ternyata ada yang jual CMS Toko Online seharga 500 ribu saja. Itu harga yang paling murah. Entah layanannya apa saja. Semisal siapa yang input data dan sebagainya. Memang sih disainnya standart, kalau mau yang lebih bagus maka akan berdampak pada harga.

Pernah ada yang pesan Web Company Profile untuk hotel. Berhubung pesaingnya cuma 750 rebu, saya kasih harga sejuta saja. Ternyata sulit bikin web yang bagus dengan harga murah. Otomatis webnya jelek atau standart2 saja. :-)

Kalau sudah webnya jelek/standart/sederhana, tentunya pemesannya jadi tidak suka. Orang yang lain yang melihat pun jadi tidak suka. Apalagi kalau pemesannya tidak paham tentang web. Jangankan web, email saja tidak paham. Apalagi sama sekali tidak bisa komputer. Repot. :-)

Nah, di jaman CMS ini lah saya sepertinya bosan sekali melihat komputer. Karena saya membuat banyak sekali produk secara bersamaan. Bosan koding produk ini, saya pindah kerjakan produk itu. Bosan yang itu, kerjakan yang lain lagi. Bosan lagi, kerjakan web. Dan seterusnya. Akhirnya semua produk terbengkalai. Bosan pc A, pindah ke pc B. Bosan di pc B, pindah ke A. Bosan dua-duanya, pindah ke warnet. Dan seterusnya. Akhirnya saya bosan melihat komputer. Bayangkan programmer yang bosan lihat komputer. Kira-kira apa yang dilakukannya? Hahahah....

Saat bosan ini biasanya saya switch mencoba bisnis yang lain. Setelah masa saya membuka LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) dan terhenti karena tidak bisa membayar sewa ruko, saya menjalani bisnis properti. Karena punya beberapa lokasi lahan, salah satunya saya rencanakan untuk dibuat perumahan. Inilah yang saya switch. Ketika perumahan tidak jalan, baru sampai land clearing dan cetak brosur, saya switch lagi ke LPSE. LPSE kepanjangan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik. Macet juga. Kalau modalnya tidak ada ya tidak bisa lanjut. Cuma sampai berhitung. Untung ruginya tetap hanya bisa diketahui kalau sudah dijalani atau menang tender. Memenuhi syarat administrasi saja sudah berat karena banyak sekali persyaratannya. Yang paling sulit adalah menyertakan brosur dari produk yang ditawarkan. Saya tidak punya toko, kira-kira dapat dimana brosur produk hardware komputer? Cetak/Print sendiri?... :-)

Sebelum masa ikut lelang LPSE itu, saya buka warnet. Oh iya, mulai mencari informasi tentang lelang tender pemerintah dan sistem penunjukan langsung itu sudah dimulai lama sebelumnya. Bahkan sebelum saya kuliah di UGM. Waktu kuliah juga mencoba mendaftar lelang di pemda Jogja. Kebetulan berdekatan masa KKN.

Itulah kira-kira sedikit yang bisa saya ceritakan. Saya menulis disini saja sulit, apalagi jika menceritakannya secara langsung. Ini timeline yang panjang. Tentu saja saya tidak melulu koding. Ada hal lainnya yang harus saya lakukan agar supaya perusahaan ini bisa jalan. Tapi perusahaan yang dijalankan seorang diri dan kadang-kadang dibantu freelance memang sulit untuk jalan. Tapi alhamdulillah saya tetap bertahan. Memangnya saya mau melakukan apalagi?... hehehe.

Sesulit-sulitnya, saya akan kembali koding dan membuat produk. Entah produk itu nanti laku atau tidak, saya tidak mau terlalu ambil pusing.

Tulisan ini saya buat untuk yang ingin tahu apa saja yang saya kerjakan selama masa berwirausaha. Saya tidak berani berhutang. Kecuali kepepet. Hutang puluhan, ratusan, atau milyaran tentu bukan power of kepepet tapi lebih kepada pola konsumtif. Tapi hutang milyaran kalau di acc banknya sih mungkin tidak masalah. Emangnya bank mau kasih hutang? Hahahaha.... Jangankan hutang puluhan, ratusan, atau milyaran. Hutang kredit sepeda motor dan kartu kredit saja saya sudah kapok. Emangnya enak ditagih-tagih? Meskipun sebenarnya kita bisa bayar cuma terkadang kan lupa. Bayangkan kalau tidak ada uangnya? :-P






Web

Kenapa saya memilih menjadi programmer desktop? Padahal saya pertama kali bisa programming adalah membuat kode html (masa kuliah). Belajar pertama kali dengan cara membajak web orang lain yaitu dengan fasilitas klik kanan pada browser, atau Save As pada menu File.

Mungkin karena itu saya tidak percaya dengan web. Web memang bisa di akses oleh banyak orang. Lebih mudah karena tidak perlu acara install. Tapi jangan lupa bahwa web berjalan pada browser. Browser adalah aplikasi desktop. Ada banyak jalan untuk merusak web melalui browser, karena itu saya tidak percaya dengan web. Apalagi web saya pernah menjadi target serangan dari kawan saya sendiri yang sepertinya memang berbakat menjadi hacker. :-)

Tapi karena pasar lebih menyukai web, mau tidak mau saya kembali membuat software berbasis web. Membuat aplikasi berbasis web tidak sama dengan membuat aplikasi berbasis desktop. Jika di desktop, telah dipermudah dengan dibuatnya aplikasi pemrograman visual. Sehingga dalam membuat form, cukup melakukan drag and drop. Entah jika di web. Mungkin karena saya masih menggunakan native php, maka masih terasa sulit. Mungkin tidak jika menggunakan framework.


Invoice

Alhamdulillah, akhirnya sw hosting sudah sampai pada tahap pengerjaan invoice. Software berbasis web ini sebenarnya sudah lama selesai. Meskipun memang belum 100% selesai, tapi sudah dalam tahap bisa dipresentasikan atau di ujicoba bagi yang mau mencobanya.:-)

Kali ini memang ketika memasangnya pada server baru, atau mungkin bukan server baru karena saya tidak tahu keadaan servernya disana seperti apa. Dan tentu saja servernya baru mengingat software ini sudah lama selesai lalu expired karena terlupakan.

Daripada anda menjadi mumet baca tulisan saya, dan memang seharusnya cuma saya yang mumet di barisan kode ini, maka saya cuma bisa share capture email invoice tersebut:


Mungkin saat ini email invoice sudah berbentuk file pdf. Insya Allah akan saya kembangkan ke arah sana jika nanti software ini sudah selesai. :-)

Co&Co

Alhamdulillah berkesempatan mencoba salah satu coworking space di kota Bandung. Setelah sebelumnya jalan-jalan ke kampus ITB hanya untuk mengunjungi sebuah gedung berlantai 8. Entah ada apa disana. :-)

...

Borneo Kampus

Adalah sebuah software berbasis web untuk Sistem Informasi Akademik. Sengaja saya start duluan sebelum produk hosting selesai, bahkan baru berjalan sebulan. Meskipun baru berjalan sebulan, sudah bisa dilihat polanya jika anda mau mencoba.

Borneo Kampus dibuat menggunakan Framework PHP Code Igniter. Permintaan untuk ini lumayan banyak meskipun mungkin sudah agak berkurang karena ada yang pakai Laravel dan Java Framework. Tidak apa-apa, kita bergerak pelan-pelan ke arah mereka. :-)


Cyber 2 Tower

Ternyata cabang Cocowork yang ini belum buka. Masih persiapan. Artinya selesailah sudah petualangan saya mengunjungi cabang-cabang Cocowork yang ada di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Karena failure atau gagal, maka prosedurnya balik ke cabang Cocowork yang terdekat dengan tempat tinggal saya, yaitu Uptown. Ternyata sampai disitu penuh untuk Daily Passnya. Sisa kursi tinggi. Kurang enak diduduki lama-lama. Pegel kakinya kalau gantung. Jadi terpaksa ke Menara UOB Plaza.

Dengan selesainya acara lihat-lihat, maka seharusnya acaranya meningkat menjadi stay di suatu tempat. Pilihannya kembali ke tempat terdekat, namun ke level yang masih di atasnya satu tingkat yaitu Flexi Desk. Flexi Desk ini pun beresiko penuh jika datang terlalu siang karena bisa diambil tempatnya oleh yang Daily Pass. Mudah-mudahan bisa meningkat tiap bulan. Tergantung Budget dan perkembangan ke depan.